Uji Coba Pertanaman PMAAS di Parepare terapkan Sistem Tanam Padat Populasi
Program uji coba percontohan penanaman padi PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System) akan dilaksanakan di lahan seluas
2 hektar yang berlokasi di Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Proyek ini berfokus pada metode penanaman dengan kepadatan populasi tinggi menggunakan sistem Jajar Legowo 4:1. Sistem dengan jarak tanam ke belakang yang sangat padat ini berdampak langsung pada tingginya kebutuhan benih. Untuk memenuhi standar penanaman uji coba ini, dibutuhkan benih minimal 70 kilogram per hektar agar target kepadatan populasi tanaman dapat tercapai.
Untuk menunjang tingginya kepadatan tanaman tersebut, pengelola menerapkan manajemen pemupukan ekstra yang dilakukan secara bertahap dengan total alokasi 400 kilogram pupuk Phonska dan
300 kilogram pupuk Urea. Pemupukan tahap pertama mengaplikasikan campuran 250 kilogram Phonska dan 50 kilogram Urea, yang kemudian dilanjutkan pada fase genjah dengan sisa 150 kilogram Phonska ditambah 150 kilogram Urea. Selain pupuk padat, penggunaan pupuk cair melalui sistem semprot juga diwajibkan karena dinilai sangat krusial. Jika pemupukan cair ini diabaikan, jumlah anakan padi yang tumbuh dikhawatirkan tidak akan maksimal atau kurang dari harapan.
Terkait kendala perawatan di lapangan, kondisi lahan uji coba saat ini terbilang cukup aman dan tidak memiliki banyak masalah dengan gulma atau rumput liar. Meski demikian, para petani dan pengelola tetap diminta waspada terhadap ancaman gulma (pico-pico) yang kerap ditemukan berkumpul di area jalur air pertanian. Uji coba di Kecamatan Bacukiki ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal sekaligus menjadi tolak ukur percontohan penanaman PM-AAS dan keberhasilan sistem tanam padat populasi untuk diterapkan pada lahan pertanian yang lebih luas di masa mendatang.